Munasharah Palestina SalamQu Cendikia

Dari SalamQu untuk Palestina (Bagian 2)

Matahari mulai menampakkan dirinya. Langit SalamQupun terlihat cerah dan indah secerah hati siswa-siswi SalamQu Cendekia BS. Para wali siswa mulai berdatangan dan memasuki ruangan. PBL (project base learning) perdana yang diselenggarakan di Aula Kampus Kahuripan ini dimulai pukul 08.30 WIB. MC oleh Annisa Hadayna dan Rachmad Fawwazsyach mulai membuka acara. Acara pembukaan diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al Quran oleh Muhammad Handzallah (Hasan). Hasan melantunkan Q.S Ar-Rahman dari ayat pertama sampai dengan ayat terakhir. Sementara itu, sari tilawah oleh Khansa Amani Syahidah.  Suasana terasa khidmat dan syahdu saat ayat-ayat suci Al Quran dilantunkan, para tamu undangan yang hadir pun tampak meresapinya.

Acara berikutnya, yaitu sambutan dari Kepala Sekolah SMP SalamQu Cendekia Boarding School, Ust. A. Komarudin, M.Pd, atau biasa dipanggil Abi Akom. Dalam sambutannya, Abi menyampaikan ucapan syukur atas nikmat Allah swt dan berterima kasih kepada tamu undangan yang telah berkenan hadir serta menyampaikan rasa bangganya karena para siswa SMP SalamQu Cendekia BS bisa menyelenggarakan acara dengan baik. Mudah-mudahan dengan terselenggaranya acara ini, para siswa mampu belajar memanage sebuah acara, menambah wawasan (khususnya tentang kepalestinaan) dan meningkatkan rasa ukhuwah serta kepedulian terhadap saudara seaqidah di belahan bumi manapun yang sedang dalam kondisi tertindas.

Abi juga menuturkan bahwa sebagai seorang muslim, kita wajib berempati atas musibah/ penderitaan yang dirasakan muslim lainnya, misalnya seperti yang sedang dihadapi muslim Palestina apalagi Palestina adalah negrinya para Nabi, kiblat pertama umat Islam. Kita wajib membantu membebaskan Masjid Al Aqsa dari cengkraman zionis Yahudi. Sebagai seorang manusia, gejolak di Palestina merupakan tragedi kemanusiaan karena tidak hanya muslim yang menjadi korban tetapi juga warga sipil non muslimpun ada yang menjadi korban, siapapun yang merasa menjadi manusia seyogyanya rasa kemanusiaannya terbangkitkan.

Sebagai seorang yang nasionalis (berkebangsaan) Indonesia, kita patut menjadi bangsa yang pertama kali berempati sebab Palestina termasuk negara yang pertama kali mendukung dan mengucapkan selamat atas kemerdekaan Indonesia tujuh puluh dua tahun silam setelah Mesir. Allahu Akbar!! Itulah di antara isi sambutan Abi di depan para hadirin. Para hadirin ada yang mendengarkan dengan seksama ada pula yang mendokumentasikan acara.

Munasharah Palestina SalamQu Cendikia
Munasharah Palestina SalamQu Cendikia

Setelah acara sambutan, MC mempersilakan ketua KNRP Kab. Bogor, Bpk. Ir. H. Sumarli untuk menyampaikan tausiyahnya. Ir. H. Sumarli memulai tausiyahnya dengan menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Palestina pada bulan Ramadhan tahun ini. Sebuah perjalanan yang amat berharga dan bermakna sangat dalam bagi kehidupannya. Beliau menyampaikan tentang perjuangannya untuk menyalurkan dana donasi agar bisa utuh sampai di Palestina dengan menghadapi sebuah aturan yang teramat ketat, penuh risiko bahkan salah satu risikonya adalah pemenjaraan.

Para hadirin tampak terperangah dengan kisah yang dituturkan ketua KNRP Kabupaten Bogor. Suasana heroik dan penuh semangat menyelimuti jalannya acara tausyiah ini. Dalam salah satu petikan tausiyahnya, beliau menyampaikan tentang kegigihan dan semangat jihad rakyat palestina untuk mempertahankan kesucian Al Aqsha. Beliau juga sempat berpesan kepada hadirin bahwa jika raga kita belum bisa kesana minimal harta kita yang mendahuluinya sebagai sebuah perwujudan dari sabda Nabi berupa anjuran untuk memberikan minyak yang bisa menerangi Al Aqsha.

Para hadirin yang menyimak tausiyah terbakar semangatnya sekaligus ikut merasa pilu atas penderitaan rakyat Palestina. Maka, sebagian besar para hadirin memberikan donasinya untuk Palestina. Masya Allah, wallahu musta`an. Semoga Allah mengaruniakan keberkahan pada harta yang didonasikan.

Untuk menyalurkan bakat seni yang ada, tersedia ruang ekspersi yang cukup dalam acara munasharah ini. Acara ekspresi seni juga ternyata menyedot perhatihan para hadirin, suasana heroik, haru dan iba kembali hadir mewarnai acara.

Tim nasyid ikhwan melantunkan nasyid Bingkai Kehidupan. Sementara tim nasyid akhwat melantunkan nasyid Athuna Thufuli (artinya: Beri Kami Masa Kecil). Adapun puisi yang dibacakan adalah puisi karya Bapak Edy yang berjudul Palestina.

Berikut ini link Lirik Nasyid & Puisi yang dibacakan: Lirik Nasyid dan Puisi Palestina

Selepas acara ekspresi seni, MC mempersilakan Abi Akom untuk memimpin doa Penutup. Alhamdulillah, rangkaian acara berakhir tepat pukul 11.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *